Ini Keterangan SMK Al – A’raaf Cilegon Perihal Kartu ATM PIP dan Nomor PIN di Minta Pihak Guru

CILEGON, KM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al – A’raaf kota Cilegon hari ini menyerahkan Buku tabungan dan kartu ATM yang akan dipergunakan untuk mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada orang tua murid
Saat ditemui di ruang kerja nya, Nurul Akbar selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa selain menyerahkan buku tabungan dan kartu ATM tersebut, pihak nya sekaligus memberikan sosialisasi kepada orang tua murid agar bantuan PIP bisa dipergunakan sesuai dengan peruntukannya
“Kita dapat jadwal tanggal 12 dari Bank, dan kita cepat mengkonfirmasi ke Bank untuk bikin buku tabungan dan ATM, mekanisme nya kenapa kita pegang, karena buku dan ATM ini agar siswa dan orang tua mengetahui, baru hari ini kita sosialisasi kan manfaat dan kegunaannya ke orang tua” terang nya, Jum’at (13/02/2026)
Sementara ada nya pihak guru yang meminta nomor PIN ke murid penerima PIP, Nurul Akbar menceritakan bahwa pernah terjadi ada nya murid yang lupa akan nomor PIN sesuai menerima kartu ATM, dan hal itu dilakukan agar tidak terulang peristiwa yang sama
“Dulu pernah terjadi ketika murid keluar dari Bank atau sampai rumah, dia (murid, red) lupa (nomor PIN, red) dan nanti terjadi balik lagi ke Bank, karena dari pihak Bank tidak di kasih berupa surat, dan ini untuk pembelajaran kita, kita catat, nanti kita sosialisasi kan sekalian penyerahan buku dan ATM ini hari Jumat ini” terang nya
Sementara total keseluruhan murid SMK Al – A’raaf yang menerima bantuan Program PIP ini berjumlah 13 murid dengan nilai yang diterima per-siswa yakni Rp1,8 juta
“Semua murid kita ajukan, yang di realisasikan hanya 13, dengan nominal satu juta delapan Ratus, dan pencairan nya cuma sehari, misal sehari 250 ribu, besok hari bisa di ambil lagi, begitu Pak” ucap nya
Diberitakan sebelumnya bahwa kemarin pihak SMK Al – A’raaf Cilegon belum menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada Murid, termasuk ada nya pihak guru yang meminta nomor PIN ATM ke murid penerima bantuan tersebut, dan hal itu dikeluhkan kan oleh orang tua murid (WF/Red)
