Mei 8, 2026

Gema Shalawat Warnai Padang Wulan Kedua FORWARD Cilegon, Angkat Tema Lailatul Qadar

0

CILEGON, KM – Gema shalawat mewarnai kegiatan Padang Wulan ke-2 yang digelar Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) Kota Cilegon pada Sabtu, 14 Maret 2026, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Lailatul Qadar Sebagai Peristiwa Spiritual dan Sosial” tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus silaturahmi antara pegiat budaya, wartawan, dan unsur pemerintah daerah di Kota Cilegon.

Acara berlangsung dalam suasana religius dengan lantunan shalawat yang diikuti para peserta yang hadir. Gema shalawat dalam kegiatan ini turut dimeriahkan oleh Aliansi Majelis Shalawat Cilegon (ALMAS) yang menghadirkan sejumlah majelis untuk bershalawat bersama.

Ketua Aliansi Majelis Shalawat Cilegon, Ramdhan, mengatakan kehadiran ALMAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi shalawat di tengah masyarakat.

“Shalawat bukan hanya bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi kegiatan Padang Wulan yang menghadirkan ruang spiritual seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator ALMAS Khoirul Rahman menilai kegiatan tersebut menjadi momentum yang baik untuk memperkuat silaturahmi antar-majelis shalawat di Kota Cilegon.

“Melalui kegiatan seperti ini, majelis-majelis shalawat bisa saling bertemu, bersilaturahmi, dan bersama-sama menghidupkan tradisi bershalawat di tengah masyarakat,” katanya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Heni Anita Susila, serta Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni.

Ketua FORWARD Kota Cilegon Rizal Baihaqi mengatakan, Padang Wulan merupakan agenda yang diinisiasi sebagai ruang pertemuan antara wartawan, budayawan, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan kebudayaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sebagai wadah untuk merawat tradisi kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Padang Wulan ini kami hadirkan sebagai ruang dialog budaya yang terbuka. Di sini wartawan, budayawan, dan masyarakat bisa bertemu untuk membicarakan nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, pemilihan tema tentang Lailatul Qadar memiliki makna yang mendalam, karena peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan dimensi spiritual dalam Islam, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat.

“Lailatul Qadar mengajarkan tentang keheningan, refleksi, dan perubahan diri. Nilai-nilai itu sebenarnya sangat relevan dalam kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Rizal berharap Padang Wulan dapat terus menjadi tradisi yang hidup di Kota Cilegon sebagai ruang perjumpaan antara budaya dan spiritualitas.

“Kami berharap Padang Wulan bisa terus menjadi tradisi yang hidup di Cilegon. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang pembelajaran bersama tentang budaya dan spiritualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengapresiasi kegiatan yang digagas FORWARD karena dinilai mampu mempertemukan nilai-nilai budaya dan keagamaan dalam satu forum.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana kebudayaan dapat dikembangkan melalui ruang-ruang diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Robinsar juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan kebudayaan di Kota Cilegon melalui penyediaan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pegiat budaya.

“Kami akan berupaya menyiapkan fasilitas yang dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan kebudayaan di Kota Cilegon, sehingga ruang ekspresi bagi para pelaku budaya dapat terus berkembang,” ujarnya.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *