April 26, 2026

Diduga Tak Beretika, Jika Terbukti, Mahasiswa Desak Walikota Cilegon Copot Dua Pejabat BPKPAD

0
Supardi – Ketua Formatur Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa AL-Khairiyah Provinsi Banten

CILEGON, KM – Ketua Formatur Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa AL-Khairiyah Provinsi Banten, Supardi, mendesak agar para Pejabat pria di lingkungan Pemerintahan yang telah beristri bisa menjaga perilaku moral dan etika terutama kepada wanita yang merupakan bawahan nya .

Supardi mencontohkan dari kasus yang diduga dilakukan oleh dua orang pejabat Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) kota Cilegon, dimana ada nya warga yang meminta Pemkot Cilegon segera memeriksa dua pejabat tersebut lantaran diduga telah meresahkan dengan menggoda bawahan nya

“Kejadian ini sudah membuat gaduh terutama di kalangan ASN Pemkot Cilegon, apa lagi sudah diberitakan oleh media, kami mendesak agar mereka para pejabat pria yang telah memiliki istri jangan genit terhadap bawahan perempuan nya, apa lagi bawahan tersebut telah memiliki suami, mereka harus jaga etika di lingkungan kerja ” tegas nya melalui rilis yang diterima Krakatau Media, Minggu (26/04/2026)

Supardi menduga kejadian ini bisa saja terjadi di instansi lain, namun para pegawai wanita enggan melaporkan atau tidak melakukan tindakan lantaran ada kekhawatiran terhadap posisi nya sebagai bawahan

“Didepan atasan nya, mereka (ASN Wanita, red) tidak berani melakukan tindakan atau melawan karena tentu ada kekhawatiran, yang pada akhirnya mereka hanya berani menyampaikan keresahan yang mereka rasakan kepada sesama rekan atau pasangan mereka, yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kerja ” ujar nya

Untuk itu dari kasus yang terjadi di lingkungan kerja pada BPKPAD Kota Cilegon, Supardi mendesak kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) termasuk Walikota Cilegon untuk segera ambil langkah cepat dan tepat dalam menangani kasus tersebut

“Kasus ini harus segera di selesaikan BKPSDM, kalau memang terbukti segera beri sanksi tegas oknum yang telah melakukan hal yang tidak pantas tersebut, apalagi mereka sudah mempunyai istri yang sah, tapi masih menggoda dan merayu bawahan nya. Walikota Cilegon segera usut pelaku tersebut untuk diberikan hukuman, copot pejabat yang sudah semena – mena yang sudah melanggar etik berumah tangga mengganggu atau mendekat wanita lain” tegas nya

Supardi menambahkan, setiap pegawai seharusnya berhak mendapatkan lingkungan kerja yang aman, bermartabat, dan bebas dari intimidasi maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.

Penyalahgunaan wewenang oleh atasan untuk melakukan tindakan yang merugikan serta meresahkan bawahan, tentu tidak dapat toleransi dengan alasan apa pun.

“Atasan itu harus bisa memberikan kenyamanan kerja, bukan malah sebaliknya, kami tegaskan kembali agar dilakukan penyelidikan yang transparan, objektif, dan akuntabel terhadap kasus ini, dan akan kami kawal,  Pemerintah pun harus memastikan bahwa pagawai bisa mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak, kami juga mendorong seluruh instansi untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan, termasuk menyediakan mekanisme pelaporan yang aman dan berpihak kepada pegawai” tutup nya (An/Red)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *