Aksi Interupsi Saat Sambutan Wali Kota Dikecam Keras Dan Dinilai Tak Beradab

CILEGON, KM – Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Cilegon yang seharusnya berlangsung khidmat justru tercoreng oleh tindakan segelintir mahasiswa yang melakukan interupsi saat Wali Kota tengah menyampaikan sambutan.
Aksi tersebut menuai kecaman keras dari berbagai pihak karena dinilai tidak hanya mengganggu jalannya acara, tetapi juga mencerminkan sikap yang tidak bermoral.
Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakdewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Dalam forum resmi yang sarat nilai penghormatan, perilaku demikian dianggap tidak sopan, tidak beradab, dan mencederai etika publik.
Kritik tajam pun mengemuka, menyebut bahwa tingkat pendidikan tidak sejalan dengan sikap moral yang ditunjukkan.
Hal tersebut disampaikan Kang Deden, yang hadir sebagai undangan, secara tegas melontarkan kecaman atas kejadian tersebut.
Ia menyebut aksi demonstratif yang dilakukan di tengah sambutan Wali Kota sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Ini sangat disayangkan dan tidak bisa ditoleransi. Berpendidikan, tetapi tidak bermoral. Cara seperti ini jelas mencederai etika dan merusak marwah acara resmi,” tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan Bung Muafak selaku Bidang Media Karang Taruna. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap forum resmi serta pihak-pihak yang hadir.
“Apa yang dilakukan segelintir oknum tersebut sangat tidak pantas. Ini bukan cara menyampaikan aspirasi yang benar, justru menunjukkan sikap yang jauh dari nilai kesantunan,” ujarnya.
Meskipun penyampaian aspirasi merupakan hak dalam sistem demokrasi, tindakan yang dilakukan dengan cara tidak tepat dan mengganggu ketertiban tidak dapat dibenarkan.
Banyak pihak menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor etika, aturan, dan penghormatan terhadap ruang publik.
Peristiwa ini menjadi pengingat tegas bahwa intelektualitas harus berjalan seiring dengan moralitas. Tanpa itu, penyampaian aspirasi justru kehilangan makna dan hanya menimbulkan penilaian negatif di tengah masyarakat. Red*








