PHRI Provinsi Banten Sambut Baik Grand Opening Movenpick Resort Carita

SERANG, KM – Keluarga Besar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten Korwil DKI dan Jawa Barat menyambut baik dan mengpresiasi atas kehadiran investasi anggota yermuda se-Provinsi Banten Hotel Bintang 5 Movenpick Resort yang berskala internasional jaringan Accor di pesisir pantai, tepatnya di perbatasan Kabupaten Serang Anyer dengan Kabupaten Pandeglang Carita.Ketua PHRI Provinsi Banten.
GS Ashok Kumar mengatakan, Movenpick Resort merupakan hotel kelas bintang 5 ini memakai konsep resort modern terpadu dengan bernuansa tropis.
“Tepatnya tanggal 17 Mei 2026 akan digelar Grand Opening. Bagi insan perhotelan, ini adalah simpul menjadikan model pentahelix pembangunan pariwisata. Dalam penguatan kelangsungan multiplier effect terdapat 125 komponen. Hotel jangan dianggap seperti menara gading saja, melainkan hotel itu juga adalah penggerak ekonomi,” jelasnya.
Kata Ashok, Movenpick Resort Carita merupakan pemecah rekor perdana dengan pembagunan hotel tertinggi 19 lantai khususnya di Pesisir Pantai Anyer – Carita. Dengan jumlah 129 kamar tidur. Terdiri dari 6 kategori tipe, kamar 1 Deluxe Terrace Ocean View, kamar 2 Deluxe Premier Ocean View, kamar 3 Junior Suite, kamar 4 Panoramic, kamar 5 Executive Suite, dan kamar 6 Pent House.
Outlet Movenpick Resort Carita pun sangat berkelas dan bertaraf antaranya : Grand Ball Roomnya dengan kapasitas seat 1724 Theatre Style, Infinity Swimming Pool, SPA, Inhouse Entertainment, Lagoon Restaurant, Oceana Pool Bar, Bluewave Lobby Lounger, Seabreeze Golf & Bar (Golf Simulator), Moonlight Lounge, dan lain-lain.
“Walau sikon industri perhotelan masih tidak baik-baik saja. Dimana pelaku industri perhotelan saat ini harus melakukan berbagai terobosan untuk menyiasati dampak pemangkasan anggaran pemerintah yang diterapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD,” ungkap Ashok.
Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah agar dapat meninjau atau pun mengkaji kembali dengan tidak menghentikan total kegiatan pertemuan/MICE di perhotelan.
“Kebijakan MICE, Ke depan kiranya dapat mengizinkan Pemerintah Daerah mengadakan rapat di hotel untuk menghidupkan Kembali THK/Length of Stay Average Room Rate, khusus nya di Weekdays. Sehingga dapat mewujudkan visinya Bu Widi Menteri Pariwisata dari Mass Tourism dengan sasaran special Interest Quality Tourism Towards Sustainable Tourism,” ucapnya.
Dengan lahirnya pertumbuhan investasi baru di industri oerhotelan serta mempertahankan hotel-hotel yang sudah eksis tetap kelangsungan operasional Hotel Liquid.
“Prinsipnya hotel maju bertumbuh, PAD (Pendapatan Asli Daerah-red) juga akan timbuh naik, masyarakat juga akan ikut sejahtera dari Multiplier Effect di 125 komponen, tukang sayur mayur, lauk pauk, daging, safood, ternak, UMKM dan sebagainya,” terang Ashok.
Lanjutnya, demikian juga setiap tahun lulusan SMK jurusan perhotelan dapat magang/OJT dan berkiprah di dunia industri perhotelan.Ashok berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Pemprov Banten agar dapat menginventarisir ulang baik Apartment/Condominiums maupun Villa/Cottage yang ber-Operasional sepenuhnya sama rutinitas hariannya dengn perhotelan.
“Sangat tidak Equal to The Law, 80% beroperasional tanpa ada Kontribusi PAD, sama sekali tidak ada masukan ke kas daerah. Ironinya kami perhotelan dengan kata lain hanya menjual sebotol air mineral di kenakan pajak 10%. Kelak bila semua tertib administrasi benefitnya juga kepada Pemkab & Pemkot naiknya PAD Towards Sustainable Tourism,” pintanya.
Ashok pun berpesan kepada unsan perhotelan agar selalu smart aware & care dengan 2C + 5P yaitu, commitment, consistention, produk, pelayanan, pengelohaan, perform, profit.(Red).
