Kurang Koordinasi Salah Satu Masalah Tumpang Tindih nya Pokir Dewan Dan Musrenbangkel Kota Cilegon

CILEGON, KM – Masalah tumpeng tindih nya program pelaksanaan pembangunan pada Pemkot Cilegon dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Cilegon dikarenakan Cilegon merupakan Kota maju sehingga ada nya keterbatasan lahan terutama pada program Salira, termasuk rendah nya Evaluasi kinerja di masing-masing OPD dan juga kurang nya Koordinasi. Itu disampaikan Supriyatna Sub Koordinator Sub Bidang Pemerintahan Bappeda Kota Cilegon kepada wartawan seusai menghadiri kegiatan Musrenbangkel Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang, Rabu (11/01/2023)
“itu kan masalah koordinasi, Setidak – tidak nya dengan evaluasi kinerja ini, itu kan bagian dari komponen nilai SAKIP, itu meminimalisasikan permasalahan yang ada, ini masalah ketiga catatan Bappenas, kok kota Cilegon dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini tumpeng tindih pelaksanaan antara Pokir dan Salira, ini ada apa ?” Ucap Supriyatna
Selain hadir sebagai pengawas, Supriyatna pun memberikan masukan dan solusi. Salah satunya menyarankan pihak Fasilitator Kelurahan (Faskel) harus segera berkomunikasi dengan Dewan pada dapil di Wilayah nya masing-masing
“Pasca kegiatan ini paling telat seminggu ya, itu pihak Paskel dan unsur Kelurahan harus segera berkoordinasi dengan Dewan dari dapil sekitar Masigit sini” Tutur nya.
Menyikapi permasalahan ini, Ihfal yang baru menjabat sebagai Seklur Masigit pada bulan agustus 2022 itu menyampaikan bahwa akan melakukan koordinasi dengan Dewan Setempat.
“Tadi sudah Konsultasi dengan Pak Yatna, Insya Allah kita akan berkoordinasi dengan Dewan khusus nya Dapil sini, intnya untuk kepentingan warga ” Tuturnya
Sementara dalam Program Musrenbangkel Kelurahan Masigit anggaran tahun 2024 nanti, dijelaskan Ihfal sejumlah usulan pun telah disampaikan warga seperi pembangunan Paving Blok, Lampu Caang yang memang sangat di butuhkan seperti di lingkungan Jombang cemara, dan usulan untuk penanganan banjir serta Taman Layak Anak.
Dalam kegiatan Musrenbangkel tersebut dihadiri pula oleh Pihak dari Dinas Sosial, Baznas, Camat Jombang, Ketua RT dan Rw, Tokoh masyarakat, Karang taruna serta Sejumlah warga. (An/Red)
