April 30, 2026

Truk Pasir Basah Dan Over Tonase Dianggap Penyebab Rusak nya JLS Cilegon, Aktivis : Serahkan JLS Ke Pusat !!

0
Petugas Dishub Cilegon Saat Melakukan Patroli dan Menemukan Truk Pasir Basah Yang Parkir Dibahu JLS Beberapa Waktu Lalu

CILEGON, KM – Aktivis senior Kota Cilegon Moch Mulyadi. SH mengecam keras pemilik tambang pasir baik itu yang berada di wilayah Kabupaten Serang maupun kota Cilegon yang tidak bisa mengontrol para Supir truk saat mengangkut pasir dengan kondisi yang masih basah

Termasuk Truk Industri yang melintas dengan muatan yang melebihi beban, sehingga menurut nya rusak nya Jalan Aat Rusli atau yang dikenal dengan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon salah satu nya diduga akibat Truk pengangkut pasir basah tersebut

“Sebenernya ini persoalan Klasik, yang sering diangkat di media dan menjadi kritikan masyarakat, tapi kenapa para pengusaha tersebut termasuk Industri masih aja cuek, membiarkan truk mereka tetap melakukan perjalanan saat mengangkut pasir yang masih basah dan Over Tonase” tegas nya, Selasa (23/04/2024)

Apa lagi, lanjut Kimung sapaan akrab Moch Mulyadi SH, truk pasir basah termasuk kelebihan muatan itu selain melintas terkadang melakukan parkir sembarangan dibahu sepanjang Jalan Lingkar Selatan

“Kita bisa lihat di Foto maupun Video yang di-share oleh warga di Grup Wa maupun media sosial, dimana truk pasir basah itu mengeluarkan air sehingga membasahi dan bisa merusak jalan, juga bisa membahayakan pengendara, khusus nya sepeda motor, dan truk yang kelebihan muatan kenapa masih bisa melintas” Tutur nya

Moch Mulyadi SH – Aktivis Senior Cilegon

Diketahui bahwa JLS Cilegon tahun lalu telah diperbaiki dengan bantuan dana Instruksi Presiden (Inpres) senilai Rp 112 miliar dan tahun ini rencananya akan kembali dilanjutkan dengan akan menelan anggaran senilai Rp 67 Miliar.

“Jangan sampai anggaran Milyaran rupiah yang telah digelontorkan untuk perbaikan JLS rusak lagi gara – gara mereka para pengusaha dan Industri, truk pasir basah maupun truk yang Over tonase” tegas nya

Walaupun Dinaa Perhubungan (Dishub) Cilegon sudah sering melakukan patroli dengan memberikan peringatan dan mengusir, kata Kimung, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, apa lagi dengan keterbatasan personil yang dimiliki Dishub Cilegon.

“Kan bukan hanya pagi. siang dan sore saja mereka beroperasi, terkadang informasi yang saya dapat para supir truk masih melakukan aktivitas nya di jam malam, bahkan sampai subuh dan parkir dibahu jalan, kalau pun Dishub melakukan patroli kan gak sampai tengah malam, apa lagi sampai subuh” Ucap nya

Untuk itu Kimung berharap baik Pemkot Cilegon maupun Kabupaten Serang menertibkan tambang pasir dan Industri yang telah melanggar aturan, termasuk ia pun mengajak masyarakat agar sama – sama peduli dengan aset milik Pemkot Cilegon tersebut.

“jika kita melihat Truk pasir basah yang lagi parkir di bahu JLS. kita Usir, atau laporkan ke Dishub maupun aparat Kepolisian, biar bisa di tindak, kalau itu tidak dilakukan ya jelas mereka gak akan jera dan melakukan itu lagi, rusak lagi deh JLS, dan beri sanksi juga kepada Industri” Tutup nya

“Kalau memang perlu, sudah lah JLS serahkan aja ke Pusat jika rusak lagi rusak lagi akibat mereka pengusaha galian maupun industri yang gak peduli dengan kondisi JLS, dan itu gak akan menghilangkan sejarah karena akan tetap dinamai Jalan Aat Rusli, jadi lebih baik anggaran nya untuk perbaikan jalan di semua lingkungan di kota Cilegon” sambungan nya (An/Red)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *