Mei 25, 2026

Gercep Sidak Ke PT Vopak, Warga Gerem Anggap Walikota Cilegon Tak Adil, Ini Penyebab nya

0
Foto atas : Walikota Cilegon Rabinsar saat melakukan sidak ke PT Vopak saat mengetahui dugaan kebocoran Kimia, Sabtu (31/01/2026)
Foto Bawah : Aksi Warga Gerem di Lokasi Penambangan, Jum’at (30/01/2026)

CILEGON, KM – Warga Gerem Raya Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol yang terdampak Aktivitas Pertambangan di Wilayah nya menganggap Walikota Cilegon Robinsar tidak bersikap adil terhadap mereka

Pernyataan itu mereka lontarkan setelah kemarin Gerak Cepat (Gercap) Robinsar yang langsung melakukan sidak dari peristiwa dugaan kebocoran Kimia PT Vopak yang juga berlokasi di Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol

Sedangkan perihal dampak dari ada nya aktifitas pertambangan yang dikeluhkan warga Gerem Raya, Robinsar belum sekali pun melakukan sidak atau meninjau ke lokasi Pertambangan yang saat ini memang telah ditutup

“Setelah Viral, tidak lama Pak Walikota langsung sidak ke PT Vopak tapi kenapa sidak ke lokasi pertambangan didekat pemukiman yang juga dikeluhkan warga Gerem tidak dilakukan hal yang sama ?, ini tidak adil menurut kami”. Ujar H Hajib ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Geram Minggu (01/02/2026)

Walaupun aktifitas pertambangan tersebut telah ditutup, namun dampak nya masih terus terasa, termasuk mereka menghawatirkan dikemudian hari datang bencana yakni musibah longsor maupun banjir

Aksi Warga Gerem di dekat lokasi penambangan

Mereka juga membandingkan sidak Pemkot Cilegon ke Lokasi Pertambangan di wilayah Ciwandan beberapa waktu lalu, termasuk dengan melakukan penanaman pohon

“Kemarin pun Pemkot Cilegon melakukan sidak ke Pertambangan di Ciwandan, dan langsung melakukan penanaman pohon, tapi ke Pertambangan yang ada di Wilayah kami kok seolah – olah tidak diperhatikan sama sekali, ingat Pak Wali kami ini warga Cilegon juga yang butuh perhatian Pemerintah” tegas nya

“Kami yakin baik pak Wali maupun pejabat lain nya sudah mengetahui persoalan ini, tapi kok seperti nya tidak ada reaksi atau tanggapan nya” lanjut nya

Warga menjelaskan bahwa dampak yang dirasakan sangat lah beragam, dari mulai air milik warga berubah keruh berwarna coklat sehingga sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk di konsumsi, pemakaman warga yang kini tergenang air dan tanah, serta ada nya lahan warga yang tertimbun material batu sehingga tidak bisa lagi difungsikan untuk menanam

“Dampak nya sudah kami rasakan, dan jangan sampai dikemudian hari terjadi bencana barulah pemerintah Cilegon sibuk bertindak, kami mendesak agar persoalan ini segera diselesaikan kan, berapa besar kerugian yang kami alami jika dibiarkan” ucap nya dengan nada kesal

Kondisi Pemakaman Warga Gerem setelah ada nya aktifitas penambangan

Selain membutuhkan perhatian dari Pemerintah kota Cilegon dan Provinsi Banten, warga mendesak agar Perusahaan Penambang bertanggung jawab atas dampak yang sudah dirasakan warga

“Kalau tidak ke Pemerintah, harus ke siapa kami mengadu atas keluhan yang kami alami ini ?, memang perizinan Penambangan ada di ranah Provinsi, tapi tetap Pemkot Cilegon harus juga bertindak, karena Penambangan ini ada ditanah Cilegon, termasuk kami mendesak agar APH mengusut pertambangan itu, dan kami minta pertanggungjawaban Perusahan Penambangan” terang nya

Keruh nya air warga diduga setelah ada nya aktifitas penambangan

Jika Pemerintah Cilegon maupun Provinsi Banten tidak merespon keluhan warga Gerem dan pihak Perusahaan Penambang tidak bertanggung jawab, mereka berencana akan melakukan aksi

“Waktu itu ESDM Banten sudah melakukan sidak dan menyatakan bahwa penambangan di wilayah kami ini melanggar tata ruang, jika tidak disikapi oleh pihak – pihak berwenang ya kemungkinan kami akan melakukan aksi, karena ini sudah jelas melanggar aturan dan merugikan warga” tutup nya (An/Red)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *