Dugaan Pelecehan Anak di Merak, Polisi Langsung Bergerak, DP3A2KB Belum Merespon Wartawan

CILEGON, KM – Polres Cilegon tengah mendalami kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi kelas 4 SD berusia 11 tahun di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Saat dihubungi, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama menjelaskan bahwa pihak nya tengah bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti-bukti penguat, termasuk keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, ia menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan sesuai prosedur.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kami tengah memeriksa pelapor terlebih dahulu dan para saksi yang melihat, termasuk mencari bukti seperti rekaman CCTV,” ujar AKP Yoga Tama saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keterangan dari saksi tetangga dan pengakuan korban akan menjadi poin penting dalam penyelidikan ini.
“Karena disebutkan ada tetangga (yang melihat) dan segala macam, termasuk dugaan pelaku yang sudah diketahui melalui cerita anaknya dan sudah banyak korban ya, semua itu akan kami cek,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) kota Cilegon belum merespon saat di hubungi Krakatau Media
Peristiwa ini tentu harus menjadi perhatian serius khusus nya Pemerintah Kota Cilegon terutama dalam memulihkan psikologis korban yang masih di bawah usia
Sebelumnya diberitakan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Sang ibu menyebut terduga pelaku diketahui berinisial A (40), seorang pria beristri yang juga merupakan tetangga korban.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi saat korban sedang menjaga warung orangtuanya sendirian dengan modus berpura-pura membeli rokok.
Dalam melancarkan aksinya, diceritakan sang Ibu, pelaku sempat meraba – raba tubuh dan mencium anak nya serta memaksa masuk ke dalam rumah
Beruntung, korban berhasil memberontak dan mengunci diri di dalam rumah meskipun pelaku sempat menggedor-gedor pintu.
Sambil menangis histeris, korban segera menghubungi ibunya untuk menyampaikan kejadian tersebut. (An/Red)
