Mei 22, 2026

Kohati Cilegon Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Pulomerak

0
Ketua Umum Kohati Kota Cilegon, Dian Novitasari.

CILEGON, KM – Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Cilegon mengecam keras dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial KS (11) yang terjadi di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Ketua Umum Kohati Cabang Cilegon, Dian Novitasari mengatakan, kasus tersebut menjadi peringatan serius bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih mengancam lingkungan sekitar masyarakat, khusus nya di Kota Cilegon

“Kami mengecam keras dugaan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur ini. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat menangkap pelaku dan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan maksimal,” ujarnya, Jum’at 22 Mei 2026.

Diketahui, dugaan pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh pria berinisial A (40) yang merupakan tetangga korban sendiri. Hingga kini, terduga pelaku dikabarkan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Menurut Dian, kasus tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena korban masih berusia anak-anak dan mengalami trauma psikologis.

“Kami prihatin atas kondisi korban yang mengalami trauma. Ini menjadi alarm bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Cilegon harus diperkuat,” katanya.

Kohati juga mendorong Pemerintah Kota Cilegon bersama DPRD untuk memperkuat sistem perlindungan anak melalui langkah konkret.

Selain itu, KOHATI menilai Kota Cilegon membutuhkan regulasi daerah yang lebih kuat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

“Kami berharap ada langkah serius dari pemerintah daerah dan DPRD Kota Cilegon untuk membangun sistem perlindungan yang nyata, termasuk mendorong regulasi dan edukasi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kohati mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta berani melapor apabila menemukan dugaan tindak kekerasan seksual terhadap perempuan maupun anak.

Sebelumnya, diberitakan bahwa KS (11) diduga menjadi korban pencabulan saat menjaga warung milik keluarganya di wilayah Pulomerak beberapa hari yang lalu (**)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *