PT ASDP UJI COBA SISTEM SATU PINTU DI PELABUHAN MERAK MULAI 25 MEI 2026

CILEGON, KM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi mulai memberlakukan uji coba penerapan One Gate System atau Sistem Satu Pintu di kawasan Pelabuhan Merak terhitung mulai hari ini, Senin (25/5). Langkah strategis ini diterapkan sebagai wujud komitmen perseroan dalam meningkatkan ketertiban, memperkuat sistem pengawasan, serta memastikan kelancaran arus pergerakan kendaraan di salah satu gerbang penyeberangan tersibuk di Indonesia. 25 Mei 2026
Melalui kebijakan baru ini, pola akses masuk kendaraan yang sebelumnya dilayani melalui dua jalur terpisah, kini disatukan dan dikonsolidasikan menjadi satu titik pintu masuk utama. Dalam masa percobaan ini, seluruh kendaraan yang selama ini menggunakan jalur masuk dermaga reguler, dialihkan untuk melintasi jalur pintu eksekutif sebagai akses tunggal yang terintegrasi.
Penerapan tahap uji coba ini disusun guna mengukur efektivitas pengaturan lalu lintas kendaraan, menata alur pergerakan secara lebih terstruktur, sekaligus meminimalisir potensi kepadatan dan penumpukan yang kerap terjadi di area masuk pelabuhan. Evaluasi menyeluruh ini menjadi landasan penting sebelum sistem diberlakukan secara permanen.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Umar Imran Batubara, menjelaskan bahwa pelaksanaan saat ini masih berada dalam tahap percobaan, pengkajian, dan penyempurnaan. Langkah ini diawali dengan proses sterilisasi jalur dan penataan ulang alur operasional di lingkungan pelabuhan.
“Kami melaksanakan sterilisasi dan uji coba penerapan One Gate System di Pelabuhan Merak. Jika sebelumnya akses masuk kendaraan terbagi ke dalam dua jalur terpisah, saat ini kami mencoba menyatukannya menjadi satu jalur terpadu. Seluruh kendaraan yang biasanya masuk melalui jalur dermaga reguler, untuk sementara dialihkan melintasi pintu eksekutif. Perlu dipahami bersama, pelaksanaan ini masih dalam tahap uji coba dan belum menjadi ketentuan yang berlaku secara tetap,” ungkap Umar Imran Batubara saat kegiatan sosialisasi di lokasi pelabuhan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masa percobaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada periode malam hari. Hal ini bertujuan untuk memetakan berbagai kemungkinan kendala, tantangan, maupun dinamika operasional yang muncul di lapangan pada setiap jam pelayanan.
Menurut penjelasannya, selama ini banyaknya titik akses masuk yang tersebar di kawasan pelabuhan membuat proses pengawasan dan pengendalian operasional menjadi lebih kompleks dan memerlukan upaya ekstra dari seluruh jajaran. Melalui penyatuan akses menjadi satu pintu utama, pengawasan yang dilakukan oleh petugas keamanan maupun personel Bantuan Keamanan dan Ketertiban Umum (BKO) diharapkan dapat berjalan jauh lebih terarah, terkontrol, dan optimal.
“Selama ini pintu masuk pelabuhan terlalu banyak dan tersebar, sehingga untuk pengawasan dan pengendalian kami perlu bekerja ekstra keras. Dengan penerapan One Gate System ini, kami yakin pemantauan dari petugas keamanan dan personel BKO dapat berjalan lebih lancar, ketat, dan menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh pengguna jasa,” tegasnya.
Meski berorientasi pada perbaikan sistem, pihak manajemen ASDP tetap membuka ruang evaluasi yang luas terhadap dampak penerapan kebijakan ini, khususnya terkait potensi antrean atau kepadatan yang mungkin meluas hingga ke jalan raya di luar kawasan pelabuhan.
“Kami sangat menyadari bahwa perubahan alur ini memiliki dampak yang harus dipantau. Apabila nantinya penerapan ini justru menimbulkan dampak kurang baik, seperti menyebabkan kemacetan hingga meluas ke jalan raya di luar pelabuhan, tentu akan segera kami kaji dan evaluasi kembali. Harapan kami sistem ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata, namun saat ini belum ditetapkan secara permanen karena kami masih berupaya memetakan dan mengatasi berbagai kendala yang ada di lapangan,” pungkas Umar Imran Batubara.
#asdp #indonesiaferry #korlantas #mbespolri #poldabanten #polrescilegon
