Insiden Ledakan Gardu Listrik di Ruko Metro Cilegon, Gangguan Berulang Akibat Dugaan Kerusakan Kabel Bawah Tanah.

CILEGON, KM – Sebuah rangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan terjadi di kawasan Perumahan Metro Cilegon, Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang, pada hari Jumat (17/04/2026).
Sejak hari Kamis (16/04/2026) malam, sebuah gardu listrik milik PT PLN (Persero) mengalami ledakan yang berulang kali, yang diduga disebabkan oleh kerusakan pada sistem kabel bawah tanah. Kejadian ini mengakibatkan pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari penuh hingga saat berita ini diterbitkan.
Menurut keterangan dari saksi mata dan warga yang mengalami dampak langsung, peristiwa bermula saat cuaca di kawasan tersebut turun hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, Pada saat yang sama, terdengar suara ledakan yang sangat keras dari arah lokasi gardu listrik, diikuti dengan terlihatnya percikan api dan asap yang keluar dari bagian peralatan.
”Ketika hujan turun deras, tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat kenceng banget dari gardu listrik. Saya segera melaporkan hal ini ke pihak PLN, dan pada malam harinya tim teknis sudah datang dan melakukan penanganan sehingga aliran listrik bisa menyala sementara,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun, kondisi tidak berlangsung lama. Keesokan harinya pada siang hari, aliran listrik padam kembali secara tiba-tiba. Pengecekan lebih lanjut menunjukkan bahwa tim teknis melakukan penggalian pada area taman di sekitar lokasi untuk memeriksa kabel bawah tanah yang diduga menjadi sumber masalah.
Namun, dalam proses pembenahan yang berlangsung, insiden ledakan kembali terjadi sebanyak tiga kali tambahan, sehingga total insiden ledakan yang dialami mencapai empat kali kali. Hingga saat ini, aliran listrik belum dapat dipulihkan sepenuhnya.
Gangguan ini tidak hanya memengaruhi lingkungan perumahan, tetapi juga mengakibatkan pemadaman listrik pada sebagian bangunan ruko di kawasan tersebut. Akibatnya, seluruh aktivitas usaha terhenti sejak malam hari kemarin hingga saat ini.
”Saya memiliki usaha yang sepenuhnya bergantung pada aliran listrik untuk menjalankan operasionalnya. Selama dua hari ini, saya tidak dapat melayani pelanggan sama sekali dan pendapatan saya terhenti total. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kerugian yang cukup besar dan membuat saya merasa sangat kecewa,” lanjut warga tersebut dengan nada kecewa.
Selain dampak pada sektor usaha, pemadaman listrik juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk proses belajar mengajar anak-anak, layanan kesehatan dasar, serta kenyamanan dan keamanan lingkungan perumahan.
Warga dan pelaku usaha di Perumahan Metro Cilegon berharap agar proses perbaikan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas dan usaha dengan normal seperti sedia kala. WHY/Red
