
KABUPATENSERANG, KM — Suasana sempat memanas di area lokasi penambangan milik PT. Yamika, Desa Salira Weringin, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, pada Selasa (25/08/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk memprotes dugaan penggusuran makam, yang sebelumnya sempat viral di masyarakat.
Pemilik tambang sekaligus perwakilan PT. Yamika, Syariefudin Noer, menyampaikan kronologi lengkap kejadian tersebut secara terperinci kepada awak media.
Menurut Syariefudin, empat hari sebelum kejadian, ia telah menerima informasi dari Kepala Desa Salira Weringin bahwa pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB akan diadakan pertemuan dengan warga terkait isu yang berkembang. Ia pun bersedia hadir. Namun pada hari yang disepakati, tepat pukul 08.00 WIB, pihak Lurah memberi kabar bahwa acara dibatalkan karena ada kepentingan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan.
”Keesokan harinya, Selasa, saya melanjutkan pekerjaan pengupasan area yang akan di tambang.” ujar Syariefudin.
Belum lama pekerjaan berlangsung, tiba-tiba seorang warga datang membawa batu besar dan sebilah balok, lalu melemparkannya ke arah alat berat yang sedang beroperasi. Syariefudin yang berada di dekat lokasi tersebut segera menghampiri dan mencoba berkomunikasi dengan tenang untuk menanyakan permasalahan yang ada.
Namun, alih-alih berdialog, warga tersebut justru melontarkan kata-kata kasar dan makian. Meski demikian, Syariefudin tetap merespons dengan sikap tenang dan lembut. Situasi baru dapat diredakan setelah Karyawan PT. Yamika dan beberapa Warga setempat tiba dan berusaha melerai kedua belah pihak.
”Saya tetap berusaha bersikap santai dan berbicara dengan lembut, namun justru semakin dimaki. Untung warga sekitar dan Karyawan saya melerai,” ungkapnya.
Terkait tuduhan penggusuran makam yang beredar luas, Syariefudin menyampaikan rasa terkejutnya. Ia menegaskan dengan tegas bahwa tidak ada satu pun makam yang digaruk atau digusur. Posisi area pemakaman, menurutnya, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kegiatan penambangan.
”Secara logika, mustahil saya menggusur makam orang. Itu hal yang tidak pantas dilakukan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh perizinan telah diurus lengkap, dan kegiatan yang dilakukan justru mengutamakan aspek keselamatan warga sekitar — termasuk pembuatan tanggul pengaman dari banjir.
Pihaknya berharap masyarakat dapat lebih santun dalam menyampaikan aspirasi. Ruang diskusi tetap terbuka lebar, dan jika ada kekurangan, hal itu dapat disampaikan dengan pembicaraan yang baik untuk menemukan solusi bersama.
”Apabila ada yang kurang, bicaralah dengan baik. Pasti ada jalan keluarnya. Jangan langsung menggunakan kekerasan dan kata-kata kasar,” pesannya.
Untuk memvalidasi informasi yang beredar, Tim Krakatau Media bersama pihak DLH Provinsi Banten, melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang diduga sebagai area penggusuran makam. Hasil pengecekan bersama tersebut memastikan tidak ada satu pun makam yang digusur atau dirusak, kemudian DLH Provinsi Banten sudah mengkonfirmasi kepada SDM dan DPRD Kabupaten Serang.
Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau kondusif. Pihak perusahaan tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat demi menjaga keharmonisan dan transparansi kegiatan. Why/Red*
#tambang #puloampel #poldabanten #dprd #kabupatenserang #polrescilegon #DLH
