Keberadaan Anak Koin Jadi Salah Satu Pembahasan Di Jum’at Curhat Bareng KSKP Merak, GAPASDAP Dan FKPM

CILEGON – KM, Keberadaan anak koin di Pelabuhan Merak, sebenarnya telah dilarang, melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 29 tahun 2016 yakni tentang Sterilisasi Pelabuhan.
Terkait hal tersebut Jum’at Curhat kali ini, KSKP merak bersama dengan GAPASDAP (Gabungan Pengusaha Sungai Darat dan Perairan) dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat), membahas Tentang maraknya anak koin di pelabuhan merak, bertempat di kantor KSKP Merak Jumat (03/02/2023).
Dalam pemaparanya Kepala GAPASDAP Togar Napitupulu menyampaikan tentang keberadaan anak koin yang menurutnya dinilai sangat meresahkan dan membuat ketidaknyamanan para pengguna jasa, terlebih membahayakan olah gerak kapal.
“Saya mewakili para kepala cabang perusahaan pelayaran yang begitu resah karena marak nya anak koin disekitar pelabuhan. Mereka ( anak koin ) tidak segan menjatuhkan diri ke laut demi sebuah koin, tentu saja hal itu sangat membahayakan nyawa mereka”, ujar Togar.
Senada di sampaikan pula oleh Ketua FKPM Merak Sutari, dirinya menjelaskan bahwa Keberadaan anak koin menjadi catatan yang tidak pernah selesai, sudah banyak pengaduan dari masyarakat dan pengguna jasa, yang mengeluh ketidak nyamanan dengan adanya mereka (anak Coin).
“Pelabuhan merak ini adalah objek vital, sedikit saja insiden yang terjadi otomatis beritanya langsung viral, lewat Jum’at Curhat ini saya mewakili dari FKPM, meminta kepada Kapolsek KSKP Merak agar anak koin yang meresahkan bisa ditindak sesuai undang undang”, pungkas Sutari.
Dengan adanya beberapa keluhan tersebut Kepala KSKP Merak IPTU Atep Mulyana, menampung keluhan dari GAPASDAP dan FKPM terkait keberadaan anak koin yang sudah membuat resah pengguna jasa dan masyarakat, dirinya akan secepatnya menindak lanjuti hal tersebut demi mendukung program sterilisasi pelabuhan.
” Keluhan dari GAPASDAP dan FKPM sudah kami terima dan selanjutnya akan saya teruskan ke Polres Cilegon sebagai wilayah hukum kami, untuk saat ini langsung kami adakan edukasi sekaligus penertiban kepada anak koin, dalam rangka mendukung program sterilisasi pelabuhan” tutup Atep. (Why/red)
