April 21, 2026

Bisa Lebih Cepat dan Tanggap, Lurah Masigit Harap Dana Kebencanaan dialihkan ke Kelurahan

0
Robinsar Walikota Cilegon (Tengah), Burhanudin Camat Jombang (Kanan) dan Mulyadi Lurah Masigit (Kiri) saat membuka acara MusrenbangKel, Selasa 12 Januari 2026

CILEGON, KM – Lurah Masigit Mulyadi berharap dana kebencanaan bisa di alihkan Ke seluruh ke Kelurahan se-Kota Cilegon, karena menurut nya, jika dana tersebut di kelola oleh Kelurahan bisa lebih cepat dan tanggap di salurkan ke warga terdampak bencana

“Saya memohon kepada Bappeda atau BPKAD untuk dana kaya korban banjir itu ada nya di Kelurahan, ketika memang dibutuhkan regulasi nya gak lama, pengen saya cepet, karena ini kan urgent, adakan dapur umum di Kelurahan kalau memang anggaran nya ada” ujar Mulyadi ditemui wartawan setelah mengadakan Murenbangkel Kelurahan Masigit, Selasa (13/01/2026)

Selama ini di jelaskan nya, bahwa ketika musibah datang salah satu nya Banjir, ketika mengajukan bantuan ke Dinas Sosial (Dinsos) harus terlebih dahulu menempuh regulasi, sedangkan masyarakat berharap dapat bantuan secepat nya dari Pemerintah

“Ya ke Dinsos kan kita harus ngirim surat dulu, regulasi nya, didata dulu, dan kalau kita kan langsung turun ke lapangan, kalau masyarakat kan gak mau tau, tau nya ada, ketika ada yang mau makan siang kalau gak ada gimana, kalau ada anggaran nya disini kan kita bersama kader bisa langsung masak karena ada anggaran nya, kan bisa cepat” terang nya

Sementara terkait Program Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (MusrenbangKel) Saban Juare, Mulyadi sepakat dengan apa yang disampaikan Walikota Cilegon agar skala prioritas lebih diutamakan seperti Penerangan Jalan, Penanganan Banjir atau TPT dan Rutihalu

Sementara Pemkot Cilegon memastikan arah pembangunan ke depan akan lebih fokus dan tepat sasaran meski di tengah keterbatasan anggaran. Dimana prioritas utama pembangunan diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan jalan rusak, penerangan lingkungan, penanganan titik-titik banjir, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, persoalan infrastruktur dasar menjadi keluhan utama warga. Karena itu, pihaknya akan membatasi target pembangunan agar anggaran yang tersedia benar-benar menyentuh kebutuhan prioritas.

“Prinsipnya, fokus utama adalah perbaikan jalan rusak, lampu-lampu yang masih gelap, titik-titik banjir, dan rumah tidak layak huni. Jadi memang fokus terhadap hal itu,” katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Selasa 12 Januari 2026.

oplus_131072

Menurut Robinsar, pihaknya telah meminta para pemangku kepentingan di tingkat wilayah untuk mengakomodisr dan mengarahkan usulan pembangunan berdasarkan skala prioritas. pemangku kepentingan yang dimaksud mulai dari POKMAS, RT, RW, lurah, hingga camat.

“Tidak semua tiitk kebutuhannya sama. Setiap daerah berbeda. Maka yang lebih urgent itulah yang harus diutamakan,” ujarnya. Ia pun menerangkan, pola pembangunan sebelumnya di beberapa wilayah masih ditemukan proyek yang kurang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Sehingga hasil dari pembangunan yang telah berlangsung tidak tepat sasaran.

“Kadang karena sarana prasarana sudah terpenuhi, akhirnya yang tidak terlalu penting justru dibangun. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” ucapnya.

Robinsar juga mengakui adanya pengurangan dana transfer ke daerah yang berdampak pada kapasitas fiskal Pemkot Cilegon. Namun ia memastikan alokasi anggaran akan tetap dibagi secara proporsional untuk setiap keluarahan. “TKD berkurang itu pasti berdampak. Tapi nanti ada rumus untuk alokasi anggaran per kelurahan. Terpenting kebutuhan dasar masyarakat tetap kami utamakan,” ucapnya. (An/Red)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *