bukan sekedar berita

What's Hot

TRADISI KAWALU SUKU BADUY

Table of Content

Oleh: Ki Yanie

Masyarakat Adat Baduy memiliki sistem penanggalan tradisional yang menjadi pedoman dalam menjalankan seluruh siklus kehidupan adat dan keagamaan. Salah satu periode yang paling sakral dalam kalender adat tersebut adalah Bulan Kawalu, yaitu tiga bulan terakhir dalam satu siklus tahun adat yang terdiri atas Bulan Kasa (Kawalu Mitembeyan), Bulan Karo (Kawalu Tengah), dan Bulan Katiga (Kawalu Tutug).

Selama Bulan Kawalu, biasanya kawasan Baduy ditutup untuk kunjungan wisatawan. Penutupan ini dilakukan agar masyarakat adat dapat menjalankan seluruh rangkaian kewajiban dalam Rukun Ajaran Slam Sunda secara khusyuk dan tanpa gangguan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi : Ngalanjakan, Kapundayan, Puasa Kawalu, Dibuat, dan Ngalaksa sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Seba Baduy pada Bulan berikutnya atau bulan Kapat (juga disebut bulan Sapar berdasarkan kalender tahunan suku baduy).

Rangkaian Kawalu diawali dengan Ngalanjakan, yaitu tradisi berburu kijang, kancil, atau bajing, serta Kapundayan, yaitu kegiatan menangkap ikan di leuwi-leuwi Sungai Ciujung.

Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari oleh perwakilan laki-laki dewasa dari setiap kampung adat pada setiap bulan Kawalu. Selain menjadi bagian dari tradisi leluhur, kegiatan ini juga merupakan tahapan persiapan sebelum memasuki pelaksanaan Puasa Kawalu.

Setelah Ngalanjakan dan Kapundayan selesai, masyarakat melaksanakan Puasa Kawalu, yaitu puasa yang dilakukan selama satu hari pada setiap bulan Kawalu.Puasa dilaksanakan pada:

  • Tanggal 18 Bulan Kasa (Kawalu Mitembeyan);
  • Tanggal 19 Bulan Karo (Kawalu Tengah); dan
  • Tanggal 18 Bulan Katiga (Kawalu Tutug).

Puasa dijalankan oleh seluruh warga Baduy yang telah dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk penyucian diri, pengendalian hawa nafsu, serta ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Memasuki masa panen, masyarakat melaksanakan Tradisi Dibuat, yaitu tradisi memanen padi.

Panen diawali dari Huma Serang (ladang padi bersama) dan selanjutnya dilaksanakan di huma milik masing-masing keluarga. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mengikuti tingkat kematangan padi di setiap huma, serta dikerjakan secara gotong royong oleh laki-laki dan perempuan.

Setelah seluruh panen selesai, masyarakat melaksanakan Ngalaksa, yaitu tradisi membuat laksa dari tepung beras yang berasal dari hasil panen sendiri.

Ki Yanie

Tradisi ini merupakan simbol rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus bagian dari ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta dan para leluhur.

Setelah seluruh rangkaian Bulan Kawalu berakhir, masyarakat memasuki Bulan Kapat dan melaksanakan Seba Baduy selama tiga hari yang umumnya dimulai dari tanggal 5 sampai tanggal 7 Bulan Kapat atau mereka sebut bulan Sapar.

Dalam tradisi ini, para laki-laki dewasa berjalan kaki menuju pusat pemerintahan dengan membawa oleh-oleh hasil bumi serta menyampaikan amanat masyarakat adat kepada Gede (Kepala Daerah). Seba merupakan wujud penghormatan, ketaatan, serta upaya mempererat hubungan antara masyarakat adat Baduy dengan pemerintah.

Setelah prosesi Seba selesai, kawasan Baduy kembali dibuka bagi wisatawan untuk melaksanakan Saba Budaya Baduy, sehingga masyarakat luas dapat berkunjung dan mengenal lebih dekat kehidupan, adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Baduy.

Bulan Kawalu bukan sekadar masa penutupan kawasan bagi wisatawan. Lebih dari itu, Kawalu merupakan periode paling sakral dalam kehidupan masyarakat Adat Baduy.

Seluruh rangkaian adat yang dilaksanakan mencerminkan nilai-nilai spiritual, rasa syukur kepada Sang Pencipta, penghormatan terhadap leluhur, pelestarian alam, semangat gotong royong, serta komitmen kuat masyarakat Baduy dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui tradisi Kawalu, masyarakat Baduy menegaskan bahwa keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta merupakan fondasi utama kehidupan yang harus terus dipelihara dari generasi ke generasi.

admin

admin@krakataumedia.com http://krakataumedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Pemkot Cilegon dan Bank Banten Teken MoU Pembayaran Gaji ASN

CILEGON , KM – Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama atau PKS dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk Kantor Cabang Cilegon terkait layanan pembayaran gaji bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Plt Kepala...

Wakil Wali Kota Cilegon Tegaskan Pemotongan TKD Bukan Alasan ASN Cilegon Turunkan Semangat Kerja

CILEGON, KM – Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengatakan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting sebagai ujung tombak Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga meminta setiap ASN untuk menjaga kepercayaan yang diberikan dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. “Apa pun yang kalian rasakan, percaya dengan saya bahwa...

‎Pristiwa Kedua kalinya di Mall Ramayana Serang, MBB Desak Penutupan Total THM di Kota Serang.‎

SERANG, KM — Kawasan Mall Ramayana, Jalan Veteran, Kota Serang, kembali diguncang peristiwa menyedihkan. Seorang pengunjung berinisial C.R (26), warga Kibin, Kabupaten Serang, ditemukan tewas tergeletak di area parkir pusat perbelanjaan tersebut pada Rabu dini hari, 16 September 2026.‎‎Korban yang berprofesi sebagai karyawan swasta diduga kehilangan nyawa setelah mengonsumsi minuman keras bersama delapan orang temannya...

Peringati Haornas dan Jaga Kebugaran, SIWO PWI Latihan Billiar Bareng Pobsi Cilegon

CILEGON, KM– Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon mulai melaksanakan Pekan Olahraga Wartawan Kota (Porwakot) Cilegon 2026 dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Gelaran Porwakot diawali dengan latihan bersama cabang olahraga biliar yang diikuti bersama pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Cilegon di Kawan Billiard, Palas, Kota...

Pokmas Kelurahan Jombang Wetan Rampung Kerjakan Program Saban Juare Termin Pertama

CILEGON, KM – Kelompok Masyarakat atau Pokmas Kelurahan Jombang Wetan Kecamatan Jombang telah usai mengerjakan kegiatan Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) SABAN JUARE untuk Termin Pertama tahun 2026 Kegiatan tersebut diantaranya : Dai Darmawan ketua Pokmas Kelurahan Jombang Wetan menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung pihak nya tidak menemui kendala dan selesai sesuai jadwal “Allhamdulilah Program...

Krakatau media

Bukan sekedar berita biasa

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Popular Categories

Must Read

©2026- Krakatau Media

Selamat Datang di Krakatau Media