April 21, 2026

Pembangunan Tandon Salah Satu Solusi Jangka Panjang Antisipasi Banjir Di Cilegon

0
Tandon yang berlokasi di Perumaham Metro Cilegon

CILEGON, KM – Salah satu warga Cilegon, Pion, mendorong Walikota mengambil langkah strategis dan berkelanjutan dalam menangani banjir yang acap kali terjadi di musim penghujan, salah satunya memperbanyak pembangunan tandon yang berguna sebagai penampung debit air.

Memang, Pemkot Cilegon dibawah kepemimpinan Robinsar – Fajar terus berupaya dalam menanggulangi agar musibah banjir tak kembali berulang seperti dengan normalisasi sungai, drainase, termasuk perbaikan tembok penahan tanah (TPT) atau tanggul yang jebol. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.

Kondisi itu, kata dia diperparah dengan semakin berkurangnya lahan resapan air akibat alih fungsi lahan pertanian dan persawahan yang saat ini  menjadi kawasan perumahan, perdagangan, dan industri.

Ia menilai pembangunan tandon air merupakan solusi jangka panjang yang efektif untuk mengurangi risiko banjir di wilayah rawan.

“Saya mengusulkan agar di wilayah rawan banjir dibangun tandon air yang dilengkapi alat penyedot air permanen,” ujar warga yang tak ingin di sebuah kan namanya, Kamis (15/1/2026).

Ia menekankan bahwa pembangunan tandon air tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan pengembang perumahan dan pelaku industri yang berada di wilayah kota Cilegon.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat berjalan optimal apabila didukung regulasi yang jelas dari pemerintah daerah, terutama terkait penegasan penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

“Untuk kawasan perumahan, sekitar 60 persen lahan digunakan untuk bangunan dan 40 persen untuk fasos dan fasum. Sementara kawasan industri, 40 persen terbangun dan 60 persen dialokasikan untuk fasos dan fasum,” katanya.

Dia mencontohkan salah satu keberhasilan pembangunan tandon air di Perumahan Metro yang dinilai mampu mengatasi persoalan banjir tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Dulu wilayah itu sering banjir pada 2020. Setelah ada tandon air, sekarang relatif aman. Manfaatnya nyata,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan tandon air juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau, wisata sederhana, serta mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan, yakni Ciwandan, Cibeber, dan Jombang. Ratusan rumah terendam dan ribuan warga terdampak akibat bencana tersebut (**)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *